Februari 1, 2008 oleh dunontondiri
Kenapa Indonesian Pie? Coba simak, mereka bertiga baru lulus SMA dan mendambakan kehidupan seks bebas, mirip-mirip American Pie yang menceritakan anak lulusan SMA yang berniat mengakhiri masa perjakanya. Namun karena ini di Indonesia yang nota bene anti-seks bebas, maka solusinya adalah Kawin Kontrak.
Hm, jadi membayangkan ekspresi Dona Harun saat melihat anaknya, Ricky Harun harus beradegan mesum dengan tante-tante yang diperankan Herichan, bahkan ia setengah telanjang.
Tidak perlu banyak resensi, semua orang berhak dengan masing-masing fantasi dalam film ini. Seru. Seksi. Nakal. Berani. Nekat. Haha… heran, kok ini bisa lulus sensor yah? Ah, mungkin saya terlalu polos untuk menganggap film ini cukup vulgar.
Ya, biarpun terkesan seperti komedi nakal atau komedi tengah malam, Odie C. Harahap cukup lihai mengemas semuanya menjadi sebuah tontonan yang menghibur.
Nilai dari saya: 7,7
Ditulis dalam komedi | 6 Komentar »
Desember 14, 2007 oleh dunontondiri

produksi : Melly Goeslaw Pictures, Maxima Pictures and Cinema Factory
sutradara : Nayato Fio Nuala
pemain : Andhika Pratama, Poppy Sovia, Debby Kristy, Adeff
Don’t judge a book by it’s cover; ungkapan tersebut saya rasa cukup mewakili film ini. Jika dilihat dari poster atau trailernya di TV, ataupun secara para pemainnya masih sangat anak muda sekali, saya dan semua orang akan berpikir bahwa film ini seperti kebanyakan film remaja lainnya: percintaan dan persahabatan yang sangat klise, dsb.. Tapi saya yakin, semua orang akan terkejut saat menontonnya. Benar-benar… mengejutkan!!!
This is so NAYATO. I mean, dari segi directing dan style yang khas. The Soul, Ekskul, Cinta Pertama merupakan film-film karya Nayato terdahulu yang sudah dapat menjadi identitas—trade mark seorang Nayato Fio Nuala. Saya sulit mendeskirpsikannya, tetapi benar-benar bisa merasakannya ketika menonton film-filmnya. Pun di dalam the BUTTERFLY sendiri. Bahkan di sini, Nayato semakin menunjukkan kualitasnya.
Konon, the BUTTERFLY adalah “film idelisme-Nayato” yang terinspirasi dari lagu Kupu-kupu dan 3 Cinta-nya Melly Goeslaw. Mungkin karena terlalu idealis, konsep BUTTERFLY itu sendiri cukup sulit saya temukan dalam film ini. Saya berpikir-pikir, apakah si tokoh adalah seorang pencinta kupu-kupu (tapi ternyata tidak), ataukah si kupu-kupu mendominasi scene demi scene di dalamnya (ternyata tidak juga). Lalu?
“Love is like a butterfly… it can stay or it can die.” Sumpah, saya tidak benar-benar ngeh dengan ungkapan tersebut. Ya, jika memang cinta itu bisa tinggal atau mati, kenapa harus diidentikan dengan si kupu-kupu? Toh semua makhluk di dunia juga pasti menempuh dua fase itu. Biar cukup melankoliskah? Biar dramatiskah? Entahlah…
Mari lupakanlah sejenak masalah korelasi judul dengan keseluruhan isi cerita. Kita coba mencari ‘kenikmatan’ dari the BUTTERFLY. Lanjut Baca »
Ditulis dalam drama, psikologi, remaja, romantis | 18 Komentar »
Desember 7, 2007 oleh dunontondiri

Kata tersebut mengingatkan saya pada masa kanak-kanak dulu, dimana saya masih suka membeli dan mendengarkan kaset-lagu anak-anak, Medley: Trio Kwek-kwek, Saskia-Angie-Giovanie dkk. dalam satu kaset.
Saya tidak tahu makna “Medley” yang sebenarnya. Tapi mungkin, secara penafsiran saya, Medley itu berarti “beberapa” dalam “sebuah” yang berangkaian-bisa juga saling lepas. Dan film “Medley” ini…
…bercerita tentang seorang lelaki akhir 20-an bernama Aditya (Yosi Project Pop), seorang Unit Manager perusahaan asuransi yang merasa hidupnya kurang bahagia, sangat tidak sempurna. Kata LOSER mendarah-daging dengannya. Padahal kenyataannya, Aditya tidaklah semalang yang dipikirkannya. Dia memiliki sebuah rumah tinggal yang layak, mobil yang lumayan, dan tentunya keluarga yang hangat. Beristrikan Maya (Rachel Maryam) yang sangat pengertian dan penyabar, juga anak lelaki kecil yang lucu bernama Rama.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Uncategorized | 2 Komentar »
Oktober 21, 2007 oleh dunontondiri
Duh…. sumpah ni film BODOR ABIEZZZ!!! Gue sampe ngakak gak henti-henti; especially di adegan ‘Tawuran’-nya… haaaaa gila, Hanung Bramanthyo kerennnn punyaaaa^^ Prestasinya nambah tuh.
Buat kamu yang belum nonton ni film, waaaa pokoknya nyesel deh kalo gak nonton. Gak akan seru kalo nonton di VCD atau DVD-nya di rumah. Cepetan deh mumpung masih booming di bioskop-bioskop kesayangan Anda…!!!
Well, gue gak perlu komen banyak deh. Mending nonton sendiri filmnya. SUMPAH, SERUUUUU!!!! NGILANGIN STRESS!!!
nilai 9
Ditulis dalam drama, komedi | 4 Komentar »
Oktober 16, 2007 oleh dunontondiri

Saya yakin, tidak hanya saya yang berharap POCONG 3 akan jauh lebih menyeramkan dari POCONG 2. dan saya juga yakin, kami semua benar-benar ecewa dengan POCONG 3.
Sejak adegan awal, saya sudah kurang ngeh dengan tokoh Putri yang diperankan Fracine Roseenda. Ekspresinya itu lho… kurang total. Selain itu, cenderung antagonis pula. Tidak cocok menjadi karakter utama yang mestinya mampu menarik simpatik penonton.
Dari segi cerita sendiri, POCONG 3 tidak dapat dikategorikan film horor istimewa. Dramatisasinya pun terkesan sangat dipaksakan. Terus terang, saya tidak sedih sedikitpun saat tokoh-tokoh di dalamnya menangis bombay. Bahkan sempat-sempatnya saya tertawa (bukan karena lucu, tapi justru merasa konyol) saat ditampilkan sosok-sosok hantu di dalamnya. Lebih-lebih saat penampakan hantu Michele (Elmayana Sabrenia) yang kekeh minta rokok pada Putri.
Dan saya rasa, film ini terlalu terburu-buru dalam bercerita—atau mungkin memang kekurangan stok cerita, hingga durasinya pun serasa sehitungan jari tangan, dan sekedipan mata. Saya tidak menyalahkan Monthy Tiwa, tapi terbukti bahwa Rudi Soedjarwo tetap juara.
Nilai 7
Ditulis dalam drama, horor | 10 Komentar »
September 8, 2007 oleh dunontondiri
Sutradara : Rudi Soedjarwo
Pemain : Sissy Priscilia (Rahmi), Nadia Saphira (Alin), Aditya Herfavi (Raka), Miller (Nimo)
Produksi : SinemArt @ 2007
Film ini diangkat dari novel best seller yang berjudul sama : Cintapuccino, karya seorang penulis wanita asal Bandung, bernama Icha Rahmati. Berkisah tentang seorang gadis bernama Apraditha Arrahmi (Rahmi) yang harus menghadapi situasi dilematis menjelang hari pernikahannya dengan Raka. Hal itu dikarenakan Nimo, sosok lelaki yang menjadi obsesi Rahmi selama bertahun-tahun—sejak masa SMA dulu—tiba-tiba hadir kembali ke kehidupannya; menyingkap kembali kenangan diantara mereka. Menjadikan Rahmi benar-benar merasa diuji antara nurani dan realita; antara masa lalu, masa kini dan masa depan; antara obsesi dan cinta; antara Nimo dan Raka. Dan yang lebih berat lagi, sebulan sebelum hari pernikahan Rahmi dan Raka, Nimo menyatakan cinta pada Rahmi, bahkan mengatakan bahwa Rahmi-lah sosok wanita yang selama ini dicarinya. Kalau saja Nimo mengatakannya sepuluh tahun yang lalu, atau dua tahun yang lalu, atau setahun yang lalu, atau lima bulan yang lalu, atau bahkan sebulan yang lalu, mungkin keadaannya tidak akan sekacau ini… Lanjut Baca »
Ditulis dalam drama, romantis | 5 Komentar »
September 8, 2007 oleh dunontondiri
Sutradara : Lasya Fauzia
Pemain : Laudya Chintya Bella, Raffi Ahmad, Chelsea Olivia, Dimas Beck, Ayushita, Miller, Paundra Karna, Chintami Atmanagara, Joshua Pandelaki
Produksi : Melly Goeslaw Pictures and Maxima Picture @ 2007
Melly Goeslaw memang tidak pernah berhenti berkarya, berkreasi, berinovasi dan berimajinasi—citra seniman sejati. Konon project film ini sudah cukup lama dipendamnya; bertahun-tahun. Hanya saja, waktu itu Melly belum berhasil menemukan bintang-bintang yang bersinar untuk memenuhi hasrat berkaryanya.
Bukan Bintang Biasa The Movie ini menceritakan kehidupan 5 orang remaja dengan problematika standar: persahabatan dan cinta. Mereka berlima adalah mahasiswa sebuah akademi seni terkemuka. Bella “miss perfectionis” dan sepupunya, Ayu “chatter sejati” adalah mahasiswi yang concern di bidang menari—khususnya balet; Raffi “play boy” yang terobsesi menjadi Maxim-nya Indonesia; Dimas atau Bul “si tukang ngibul” yang piawai menggesek biola; dan Chelsea “cantik tapi tulalit” yang aktif menulis dan bermain teater. Dan mereka bersahabat, kompak menangani radio BBB di kampus. Lanjut Baca »
Ditulis dalam drama, komedi, remaja, romantis | 29 Komentar »
September 8, 2007 oleh dunontondiri
Sutradara : -
Pemain : Nadia Saphira, Nino Fernandez, Mario Merdithian, Marsha Timothy
Produksi : – @ 2007
Sejak menonton launching album soundtrack film Coklat Storberi di salah satu stasiun TV swasta ini, saya langsung ingin menonton filmnya. Apalagi begitu mendengar nama Upi Avianto disebutkan sebagai penggagas cerita ini. Secara Upi selalu ciamik dalam meracik cerita khas remaja dan anak muda jaman sekarang, dengan tren yang tidak pernah ketinggalan. Pertama kali, Upi memukau saya dengan 30 Hari Mencari Cinta yang bagi saya ceritanya “keholiwud-holiwudan”; ringan-mengalir namun tidak dangkal.
Kembali di Coklat Stroberi, Upi mengangkat isu ter-anyar abad ini—meski nggak baru-baru amat, tapi Upi selalu punya sesuatu yang segar dalam setiap cerita yang dibuatnya. Lanjut Baca »
Ditulis dalam drama, komedi, lifestyle | 1 Komentar »
September 8, 2007 oleh dunontondiri
Sutradara : Hanny R. Saputra
Pemain : Raffi Ahmad, Acha Septriasa, Irwansyah, Henidar Amroe, Agastya Kandau, Tio Pakusadewo, Icha Itamarista
Produksi : Starvision @ 2007
Jujur, saya sangat jatuh cinta pada Ada Cinta yang mereka bawakan. Dan sampai saat ini saya masih bimbang; apakah Ada Cinta diciptakan oleh Melly Goeslaw ataukah Dian HP? Hei, kita sedang bicara Love is Cinta, Dun!!!
Ups… Filmnya sendiri malah kurang berkesan buat saya. Entah kenapa. Padahal banyak yang bilang filmnya bagus dan sangat menyentuh. Mungkin karena ada beberapa alasan hingga akhirnya saya kurang ngeh dengan film ini: pertama karena saya kecewa, bahwa ternyata saya salah sangka tentang penggarapan soundtracknya yang saya pikir ditangani Melly dan Anto Hoed; kedua karena cerita film ini cukup klise—meski dalam perfilman Indonesia sendiri nampaknya ini film yang langka; dan ketiga mungkin karena semacam efek samping dari rasa jenuh terhadap pasangan Acha – Irwansyah, seperti yang saya rasakan ketika menonton Apa Artinya Cinta? Yang lagi-lagi dibintangi Shandy – Sammy. Lanjut Baca »
Ditulis dalam drama, romantis | 11 Komentar »
September 8, 2007 oleh dunontondiri

Sutradara : Lance
Pemain : Luna Maya, Lukman Sardi, Kenishiro Arasy, Fachri Albar, Christian Sugiono
Produksi : – @ 2007
Jeng… jeng… jeng… belum apa-apa, saya sudah terkesiap dengan hal-hal yang tidak-tidak. Ah, dasar omes. Baru mendengar kata Jakarta Undercover saja, pikirannya langsung… Ya bagaimana tidak, wong bukunya sendiri (si Jakarta Undercover itu) isinya tentang ‘kawasan abu-abu’ di Jakarta yang menjanjikan sejuta pelangi luar biasa.
Untung saya sempat membaca “Forbiden City”-nya Moammar Emka. [untuk buku model gini mah saya semangat bacanya, hehe J] jadi ketika menonton Jakarta Undercover, sudah cukup tergambar ceritanya bagaimana. Lanjut Baca »
Ditulis dalam psikologi | 2 Komentar »