Niat nonton Kungfu Panda, malah kecantol Tri Mas Getir. Awalnya saya pikir, film ini besutan Kalyana Shira (Nia Dinata project) karena lagi-lagi dihiasi wajah—basi—Tora Sudiro, Indra Birowo dan Cut Mini Theo. Dan cerita yang diangkat pun lagi-lagi—fresh dan gress—tak biasa dari genre film yang sedang marak diputar.
Tri Mas Getir bercerita tentang tiga orang pemuda “getir” bernama—waduh, sory, saya lupa siapa nama tokoh yang diperankan Tora—sebut saja Tora, Ujang (Vincent Club 80’s) dan Bedjo (Indra Birowo) dalam perjuangannya mempertahankan perguruan tempat mereka menuntut ilmu pada seorang Shi Fhu/guru. Konflik dimulai ketika dengan konyolnya Shi Fhu meninggal hanya gara-gara keselek rendang Padang dari RM Padang milik ayahnya Ujang. Kematian Shi Fhu tidak hanya meninggalkan luka dan rasa kehilangan bagi murid-muridnya, melainkan juga HUTANG.
Suatu hari sang Rentenir menagih hutang yang telah jatuh tempo tersebut. Jika tidak segera dilunasi, maka perguruan tersebut menjadi jaminannya. Tora cs tidak tinggal diam dan berusaha keras memeras otak bagaimana caranya bisa mendapatkan uang banyak. Muncullah ide gila untuk menculik selebriti yang tengah naik daun bernama Katrina (Titi Kamal). Dan konyolnya, ketiga Mas Getir yang sudah mati-matian berdandan ala perempuan ketika melangsungkan aksi penculikan, ternyata salah sasaran. Mereka malah menculik Fatimah (Cut Mini Theo), selebriti yang pamornya sudah mulai turun.
Produser yang diperankan Robby Tumewu tak mau perduli ketika Tora meminta uang tebusan atas Fatimah yang dianggapnya sudah tidak layak pakai. Fatimah tersinggung dan akhirnya malah berbalik memihak ketiga penculiknya. Secara kebetulan, sang produser kekurangan sponsor untuk film terbarunya, dan meminta bantuan pada si Rentenir. Dan Rentenir tersebut mau mensponsori jika dan hanya jika Fatimah main dan menjadi peran utama di film itu. Maka, si Produser pun berubah pikiran dan bersedia memberikan uang tebusan untuk Fatimah.
Yah, yah, tertebak kan maksud ceritanya? Gak mau spoiler ah… Mending nonton sana…
Kebetulan, sebelumnya saya tidak tahu-menahu tentang gembar-gembor film ini. Waktu itu hanya sekilas membaca ulasan tentang Tora Sudiro di film terbarunya. Tak ada promo-promo dan sebagainya yang menginformasikan saya tentang film ini (duh, kuper sekali sayaaaah!!!). Maka, alangkah takjubnya ketika akhirnya membaca credit “a Rako Prijanto Film”. Damn! (sok terkejut gituh, ceritanya sayah) secara yang saya tahu, Rako Prijanto itu kalau tidak salah pernah terlibat di Bintang Jatuh, di AADC (sebagai penulis puisi-nya), dan yang paling termehek-mehek di Ungu Violet. Kebayang kan, seorang Rako Prijanto menggarap film bergenre komdi se-KOCAK Tri Mas Getir ini? Ckckckck… wajib nonton deh! (waaah, gue dibayar berapa nih sampe segininyah?!)
Suksesss… suskes… bikin saya cengar-cengir (gak mau bilang ngakak) walaupun saya dan beberapa KEMUDIANERSBANDUNG lainnya kehilangan sepuluh menit bagian awal film dan mendapatkan bangku paaaaaaaaaaling depan—dan sialnya lagi film sempat mati beberapa menit di tengah pemutaran. Tapi tetep SERUUUU!!!***

