![]()
Kata tersebut mengingatkan saya pada masa kanak-kanak dulu, dimana saya masih suka membeli dan mendengarkan kaset-lagu anak-anak, Medley: Trio Kwek-kwek, Saskia-Angie-Giovanie dkk. dalam satu kaset.
Saya tidak tahu makna “Medley” yang sebenarnya. Tapi mungkin, secara penafsiran saya, Medley itu berarti “beberapa” dalam “sebuah” yang berangkaian-bisa juga saling lepas. Dan film “Medley” ini…
…bercerita tentang seorang lelaki akhir 20-an bernama Aditya (Yosi Project Pop), seorang Unit Manager perusahaan asuransi yang merasa hidupnya kurang bahagia, sangat tidak sempurna. Kata LOSER mendarah-daging dengannya. Padahal kenyataannya, Aditya tidaklah semalang yang dipikirkannya. Dia memiliki sebuah rumah tinggal yang layak, mobil yang lumayan, dan tentunya keluarga yang hangat. Beristrikan Maya (Rachel Maryam) yang sangat pengertian dan penyabar, juga anak lelaki kecil yang lucu bernama Rama.
Aditya merasa tidak puas dengan apa yang didapatnya sekarang. Sebersit penyesalan kerap menggodanya. Ah, kalau saja dulu ia tidak menolak beasiswa sekolah seni ke Belanda, mungkin nasibnya tidak akan stuck di level Unit Manager seperti sekarang. Ah, kalau saja dulu ia meneruskan hubungannya dengan Viona (Alexandra Gotardo), mungkin hidupnya akan berbeda. Ah, kalau saja hubungannya dengan Dian (Imelda Therrine) yang kini menjadi model dan artis film terkenal itu tidak kandas di tengah jalan, mungkin semua kemalangan ini tidak akan terjadi. Ah, kalu saja…
Dan semua perandaian yang bernada penyesalan itu diperkeruh dengan kenyataan bahwa hampir semua teman lama Aditya yang ditemuinya kini lebih sukses dan ber-level lebih tinggi darinya. Salah satunya Gatot (Ferry Ardiansyah) yang kini menjadi seorang direktur yang super-sibuk.
Di tengah kesuntukkannya, Aditya berbincang dengan Waluyo (Alex Komang), atasannya di kantor. Dalam momen itu, ia curhat kepada Waluyo. Dan Waluyo sepertinya ‘menyimpan’ sesuatu terhadap curahan hatinya Aditya yang bernada sebuah ‘permintaan’.
Dalam sebuah perjalanan kerja, Aditya memutar CD Medley pemberian Viona dulu-yang ia temukan pada box ‘kenangan’-nya. Lewat CD tersebut, ia tertransformasi ke dunia yang berbeda…
…Aditya mendapati hidupnya bersama Viona di sebuah rumah berkelas, berstatus sebagai sepasang suami istri. Di sana ia mendapatkan segalanya: istri cantik dan menawan, harta benda melimpah ruah, teman-teman yang solid, jabatan yang menggiurkan. Ia sempat PUAS-meski awalnya sangat dibuat bingung-dengan semuanya, sampai kemudian ia mendapati fakta bahwa Viona berselingkuh.
Perjalanannya pun berlanjut saat Aditya menemukan CD Medley pemberian Dian dulu, yang lagi-lagi ia temukan di box kenangannya…
…Aditya menjadi seorang public figure, seorang MC kondang yang wara-wiri di TV. Sebentar lagi ia akan melangsungkan pertunangan dengan Dian yang notabene seorang model dan artis film papan atas. Masih dengan tingkat kebingungan yang sama, Aditya berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa semua ini terjadi. Dan bagaimana mengendalikan semua ini. Berkali-kali ia pun bertemu dengan sosok Gatot dan Waluyo yang berganti-peran di setiap episode perubahan siklus hidupnya. Dan ia sadar bahwa di kehidupannya bersama Dian pun akan ada MASALAH seperti yang dialaminya bersama Viona di kehidupan lain. Dan ternyata…
…lagi-lagi masalahnya ada di diri sang perempuan. Karier Dian diambang jurang. Setidaknya itu yang Dian khawatirkan sebab sebuah majalah film mengulas kualitas aktingnya yang sangat pas-pasan. Dan karenanya, Dian menjadi seseorang yang terlalu emosional. Jiwanya tidak stabil. Kerap ia marah-marah dan berteriak. Memaki Aditya, kemudian menangis, menuding Aditya berselingkuh, mengusir Aditya, memukul Aditya dsb..
Aditya berharap bisa kembali ke kehidupan normalnya. Namun kali ini tidak semudah yang terjadi pada kehidupannya bersama Viona. Menurut Waluyo, ia tidak akan pernah bisa kembali sebelum ia mendapatkan “buah” dari kehidupan yang tengah dijalaninya ini. Sebab hidup ini seperti sebuah pohon. Nasib masing-masing orang layaknya daun yang tumbuh; bisa tumbuh hijau segar, bisa juga sebaliknya. Dan apa yang dicari dari hidup kalau bukan “buah” kehidupan itu sendiri.
Hingga kemudian Aditya bertemu dengan Maya. Namun tentu saja Maya tidak berstatus sebagai istri, melainkan seorang wanita yang berbeda dengan jalan hidup berbeda pula. Dan Maya tengah bertunangan dengan seseorang dan tinggal menghitung hari menuju pernikahan.
Ah, Aditya semakin bingung. Bagaimana mengendalikan semua “mimpi” yang terasa lebih nyata dari kenyataan itu sendiri? Apakah ia bisa kembali pada Maya dan Rama? Ataukah…?
Well, Medley merupakan film cerita drama yang sangat menarik untuk saya. Sejak menonton trailernya di TV, saya sudah langsung berniat untuk menontonnya. Saya yakin, akan ada sesuatu yang saya temukan di sini. Dan ternyata… ya, saya tidak kecewa. Banyak pelajaran berharga dari film ini, salah satunya: bersyukurlah atas segala yang diberikan Tuhan, dan yakinlah semua itu (yang nampak baik atau pun buruk) adalah yang terbaik untuk kita. Dan pepatah “Rumput tetangga selalau kelihatan lebih hijau dari rumput di halaman sendiri” memang benar. Sebuah ujian tersendiri.
Bicara soal teknis, ya… seperti kebanyakan film drama Indonesia lainnya. Tidak ada sesuatu yang baru untuk diulas. Dan sutradaranya pun cukup asing untuk saya pribadi, jadi saya tidak bisa membandingkan masing-masing karyanya. Tentang pemilihan Yosi Project Pop sebagai sang Aditya, saya pun heran, kenapa harus ‘dia’ orangnya? Dari segi acting, tidak ada yang spesial darinya. Lucunya juga standar. Tapi enak sekali jadi dia, bisa berciuman dengan tiga perempuan cantik sekaligus. Ups, rumput tetangga memang selalu kelihatan lebih hijau dari rumput di halaman rumah sendiri. Haha…
Yah, nonton sendiri deh filmnya. Gak rugi kok. Dan ini bukan semata drama untuk kalangan dewasa (baca : orang tua) saja. Buktinya, kebanyakan yang nonton anak-anak muda, anak SMP dan SMA juga banyak^^
Nilai : 8
mau tau lebih banyak, klik di sini http://medleymovie.blogspot.com/


Waduh beruntung udah nonton…
dari sinopsis ini juga udah seru nih… apalagi nyaksiin
ooo kayak bedazzled yah? cuma versi rada seriusnya yah?