Sutradara : Rudi Soedjarwo
Pemain : Titi Kamal, Kinaryosih, Dwi Sassono
Produksi : SinemArt @ 2006
Film ini menjadi trend-setter tersendiri. Seperti lagu “Lelaki Buaya Darat” yang kemudian digunakan untuk ‘mengganti’ istilah lelaki hidung belang—tapi kini lebih dikenal dengan sebutan “Si Kucing Garong”.
Sejak film ini (dan soundtracknya) beredar di pasaran, mulai dikenal istilah “Jablai” yang terdengar lebih up to date untuk menyebutkan istilah WTS atau PSK. Padahal kalau dipikir-pikir, istilah Jablai itu kan merupakan akronim dari “Jarang dibelai”. Lha, kenapa konotasinya jadi perempuan penjaja kenimatan ya?
Dan padahal filmnya sendiri menceritakan tentang perjalanan karier seorang penyanyi pop, bintang MTV yang kemudian banting setir menjadi penyanyi dangdut dadakan gara-gara dikejar-kejar polisi.
Patris (Titi Kamal) yang notabene artis metropolitan mendadak harus membiasakan diri hidup di perkampungan kumuh. Mendadak inggal di rumah kontrakan kecil yang kotor dan jorok. Mendadak ertemu dengan orang-orang kampung yang norak. Mendadak berganti nama menjadi Iis sang penyanyi dangdut. Untungnya dia selalu didampingi sang kakak sekaligus manajer (Kinaryosih) yang sangat menyayanginya.
Berawal dari kasus razia polisi terhadap mobil yang dikendarai Patris, yang terbukti membawa beberapa kilogram narkoba di jok belakang, tempat kekasih kakaknya Patric duduk—yang kemudian melarikan diri. Akhirnya Patric dan kakaknya lah yang ditangkap polisi. Namun dalam perjalanan, mereka beruda berhasil kabur. Dan terdamparlah mereka di sebuah perkampungan kumuh itu, untuk sementara bersembunyi sambil mencari penyelesaian atas masalah mereka. Di sana mereka bertemu dengan seorang pemilik organ tunggal (Dwi Sassono) yang kebetulan sedang membutuhkan seorang penyanyi dangdut. Dan kehidupan Patris pun mendadak berubah.
Hm, film ini penuh dengan komedi segar khas Rudi Soedjarwo. Tapi juga berisi pesan yang mendalam tentang genre musik dangdut, juga tentang hubungan kekeluargaan antara kakak-adik. Hikshiks, saya terharu pas bagian terakhirnya. Dimana sang kakak menyerahkan diri pada polisi, menanggung beban hukumannya sendiri. Tetapi ketika tiba di kantor polisi, Patris yang disuruh kakaknya melarikan diri demi menjaga imagenya sebagai seorang artis, sudah lebih dulu di sana dan mengaku bahwa narkoba itu miliknya, dan hukuman itu lebih baik dibebankan padanya. Mereka berdua pun berpelukan sambil mengangis, hingga membuat polisi bingung: siapa yang bersalah sebenarnya? Untungnya yang bersalah segera ditemukan. Dan mereka berdua pun dibebaskan dan kembali ke kehidupan awalnya.
No commen againt. Rudi Soedjarwo mantab!!!
[nilai 8,3]


hege pusing-pusing-pusing tujuh keliling abis liat ini.