Sutradara : Hanny R. Saputra
Pemain : Raffi Ahmad, Acha Septriasa, Irwansyah, Henidar Amroe, Agastya Kandau, Tio Pakusadewo, Icha Itamarista
Produksi : Starvision @ 2007
Jujur, saya sangat jatuh cinta pada Ada Cinta yang mereka bawakan. Dan sampai saat ini saya masih bimbang; apakah Ada Cinta diciptakan oleh Melly Goeslaw ataukah Dian HP? Hei, kita sedang bicara Love is Cinta, Dun!!!
Ups… Filmnya sendiri malah kurang berkesan buat saya. Entah kenapa. Padahal banyak yang bilang filmnya bagus dan sangat menyentuh. Mungkin karena ada beberapa alasan hingga akhirnya saya kurang ngeh dengan film ini: pertama karena saya kecewa, bahwa ternyata saya salah sangka tentang penggarapan soundtracknya yang saya pikir ditangani Melly dan Anto Hoed; kedua karena cerita film ini cukup klise—meski dalam perfilman Indonesia sendiri nampaknya ini film yang langka; dan ketiga mungkin karena semacam efek samping dari rasa jenuh terhadap pasangan Acha – Irwansyah, seperti yang saya rasakan ketika menonton Apa Artinya Cinta? Yang lagi-lagi dibintangi Shandy – Sammy.
Dari sejak mendengar, menonton dan membaca kilasan ceritanya di radio, TV dan di media cetak, saya sudah bisa langsung menebak isi cerita film ini seperti apa. Pasti Irwansyahnya mati dan jiwanya tertransformasi ke tubuh Raffi Ahmad untuk sebuah misi: mengungkapkan cinta pada Cinta, Acha Septriasa. Bingo! Ternyata saya benar.
Film ini sedikit menyeret memori saya pada film “Fly Me to Polaris” atau yang banyak dikenal orang dengan sebutan film “Si Kepala Bawang”. Benang merah ceritanya sama, hanya tentunya seting dan segala atributnya dibuat berbeda. Maka saya berharap bisa terharu hingga menangis saat menonton Love is Cinta, seperti ketika saya menonton Fly Me to Polaris. Tapi mungkin karena efek perbandingan tersebut, emosi saya jadi terpecah ketika menonton.
Ada beberapa hal yang terasa cukup ‘mengganggu’ dalam film ini. Tentang perasaan cinta itu sendiri, misalnya. Dikisahkan bahwa Rian (Irwansyah) dan Cinta (Acha) sudah bersahabat dari dulu, namun ketika ‘cinta’ menyapa, mereka malah terjebak dalam kata sayang dan cinta yang kemudian diartikan sebagai persahabatan. Terasa mengambang dan agak dipaksakan. Mungkin karena Acha dan Irwansyah aslinya sepasang kekasih, saat akting jadi sepasang sahabat yang berusaha memendam cinta pun lebih terlihat hanya ‘sebatas akting’. Dan dari segi alur cerita pun, ke-sulitan mengucapkan CINTA itu terasa kurang eksist. Jika keadaannya seperti itu, saya pikir cukup mudah bagi Rian atau Cinta untuk saling mengungkapkan cinta.
Tentang si “Malaikat” (Agastya Kandau) yang memberikan tawar-menawar dengan Rian—lagi-lagi mengingatkan saya pada Fly Me to Polaris, boleh-lah kehadirannya turut menyemarakkan cerita ini agar lebih ‘fiktif’, juga memberikan kesan komedi dengan cara berbeda. Hanya saja, lagi-lagi terasa ngambang dan dipaksakan. Kemudian, masalah Rian dengan keluarganya juga lagi-lagi seperti yang tadi saya bilang. Dan tentang sosok Doni (Raffi Ahmad) yang memiliki masa lalu sebagai seorang gay, lagi-lagi terasa…
Saya pikir, sebenarnya film ini bisa jauuuuuh lebih bagus dan lebih terkesan tidak mengambang dan dipaksakan. Bahkan bisa mengalahkan Fly Me to Polaris. Mungkin jika alurnya dibuat lebih sulit untuk ditebak, atau tentang perjalanan jiwa Rian dalam tubuh Doni yang berusaha mengungkap cinta pada Cinta sebagai diri Rian bisa dibuat lebih berkesan dan mendalam, saya yakin film ini akan sangat luar biasa. Karena sepengamatan saya, genre film seperti ini langka di Indonesia. Kalaupun ada, pasti semuanya tipikal sama, sejenis.
Tapi saya benar-benar suka saat adegan Doni memeluk Cinta, kemudian berubah menjadi Rian dan mereka berdua terbang sambil berpelukan, seperi Superman membawa Lois Lane. Aaaah, benar-benar scene paling romantis yang pernah saya lihat. Kemudian, ketika Rian mulai menghilang dan seterusnya… saya benar-benar suka adegan itu.
Hm, mungkin ini hanya pandangan seorang ‘saya’ tentang film ini. Secara subjektif tentunya. Maaf-maaf kalau ada pihak-pihak yang kurang berkenan dengan opini saya ini. Saya hanya mengungkap sisi perasaan saya apa adanya tentang film ini. Saya tidak bilang film ini bagus atau tidak. Hanya, inilah yang saya rasakan ketika menonton film ini. Dan inilah apresiasi saya sebagai seorang penikmat dan pencinta film Indonesia—yang masih hanya mengandalkan rasa, namun punya harapan besar akan kebangkitan perfilman di Indonesia.
[dadun kasih point 7,75]


ah love is cinta ya biasa2 aja tu
Menurut gw Love is Cinta itu bisa di kategorikan film yang keren… cuma mungkin kekurangannya ada di pasangan Acha sama Irwansyahnya aja doang!!! trusss, apa tuh adegan terbang-terbangan..?? i don’t like it! lebih baik pake adegan menghilang secara perlahan semacam di film mirror gitu ditambah sinar kunang-kunang yang beautiful abiss…
Tadi saya menonton film ini. Perasaan saya ikut terbawa jalan cerita film ini. Sungguh, ceritanya sangat mengharukan sekali. Bagi saya, film ini bagus sekali. Membawa kita pada misteri cinta, kehidupan dan kematian. Membuat kita bertanya2 pada diri kita, sudah benarkah langkah kita dalam menjalani cinta dan kehidupan. Dan siapkah kita untuk melepaskan semuanya dan menghadapi kematian.
saya nonton film ini gak bosan2 ampe gw nangis tersedu-sedu ampe asma gw kumat. jujur bokap ama nyokap nangis gara2 nonton love is cinta..
jujur komen ke2 betul abiss gw setuju bangettzz
daripada mirip “fly me to polaris”, lebih mirip dengan film dorama jepang yang judulnya “Anything for you”
Lagi2……tidak original…….
iyah bener!!!!!!!!!!!!!!
waaaaaaaaaaaah…ternyata ya….
haduh, gimana ini kreator indonesia????
tiga hari lalu gw nonton love is cinta yg baru aja disiarin di antv…
prnh kstna di rmh gw,tpi gak prnh diputrin
kbtlan adk gw nonton love is cinta di tv,iseng aja nonton…
pas nonton,gw teringet ma sebuah film yg alurnya mirip banget ma tu film,apa Y???gw lupa,tpi abg gw blng jdulnya fly me to polarisss(da lama bgt gw nyari kstna)
detik tu jga gw bka laptop cari2 di google…
gak ada yg ngisahin ttg fly me to polaris(tapi skrg ada di blog ini ya walaupun sikit tpi gpp kok)
T__T gw jga kecewa ma produser film love is cinta,gw pikir di bakal buat tu film jadi lebih bagus dari film fly me to polaris tpi malah lebih hancur kayaknyaa…
orang2 byk yg suka neh film krna gak thu bahwa neh film asli nyontek film fly me to polaris,makanya rating filmnya bagussss…
kalo bagi gw,malu2in aja…
bukannya makin bagus,malah makin hancur…
hidup indonesiaaa…
duuuuuuuuuuuuuuuuh…w tyuezzz”n nonton film ni_
w ampe nangizz coz trsnth bgt k hti w_
pha lg crta film ni seruuuuuuuu bgt !!!!
pas w liat film tu w mnghyti wlupun w g maen,,,
pko’ny crta dr film tu w cka bgttttttttttttt……