Sutradara : Nasri Cheppy
Pemain : Shandy Aulia, Samuel Rizal, Yogi Finanda, Saphira Indah, Rianti Cartwrigh, Tommy Kurniawan, Helmy Yahya, Hilda Arifin, Didi Petet
Produksi : Soraya Intercine Films @ 2003
Inilah film yang sempat menjadi BOX OFFICE Indonesia. Selama dua bulan lebih, film ini manteng di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Yupe, semua orang akan berpendapat sama ketika menonton Eiffel I’m in Love: romantis, lucu dan menghibur. Originalitas khas remaja yang tidak dibumbui unsur pendewasaan yang dipaksakan. Nasri Cheppy yang sukses dengan Catatan Si Boy dengan berbagai sub judul-nya, kembali menuai sukses di film yang diangkat dari novel karya Rahmania Arunita, penulis wanita muda ini.
Ceritanya sederhana; tentang seorang anak kelas dua SMA bernama Tita (Shandy Aulia) yang dikekang orang tuanya, tidak boleh ini-lah, itu-lah, termasuk berpacaran. Padahal diam-diam Tita sudah menjalin cinta secara backstreet dengan Ergi (Yogi Finanda), teman sekolahnya selama dua tahun ini. Hingga suatu hari, Tita mendapat tugas menjemput Adit (Samuel Rizal) dan papanya (Didi Petet) yang datang dari Perancis. Kedatangan Adit disinyalir Tita sebagai bentuk pendekatan bagi Tita yang akan dijodohkan dengan Adit. Dan pada suatu malam, Tita tidak sengaja mendengar perbincangan Adit dengan temannya lewat telepon, menyatakan bahwa mereka memang dijodohkan.
Tita kalang kabut jadinya. Pertama, karena dia memang masih sayang pada Ergi, juga karena sikap Adit yang jutek dan pemarah membuatnya tidak tahan untuk berada di sampingnya. Tapi lama-lama, Tita mulai suka dan jatuh cinta pada Adit. Lebih-lebih karena suatu fakta bahwa ternyata Ergi berselingkuh dengan Intan (Titi Kamal) yang tidak lain adalah mantan pacar Adit. Situasi semakin sulit, karena ketika Tita mulai jatuh cinta pada Adit, Tita tahu bahwa Adit tengah menjalin hubungan dengan Unie (Shafira Indah), sahabat Tita sendiri.
Namun, kisah cinta sebenarnya antara Tita dan Adit bersemi indah saat Tita sekeluarga mengunjungi Adit ke Perancis. Di sana terjadi makan malam romantis (yang entah kenapa menjadi tidak romantis) dan duduk berdua menikmati keindahan menara Eiffel di malam romantis (awalnya tidak romantis, tetapi akhirnya…). Dan di sanalah mereka resmi saling mengucap cinta.
Film ini dibuat dua versi: versi awal dan versi extended. Pada versi extended, terdapat penambahan adegan yang lebih memperjelas jalan cerita. Padahal, menurut saya, versi awal film ini sudah cukup menerangkan secara jelas. Entahlah, mungkin untuk memikat kembali pangsa pasar. Dan ternyata versi extended yang durasinya setara dengan film India ini, animo penonton masih bagus. Bahkan saya pun menontonnya dua kali, versi awal dan juga versi extendednya. Dan tetap saja, di versi extended saya dan penonton lainnya masih tidak kehilangan selera untuk tertawa di adegan-adegan yang lucu, yang sebenarnya kami semua sudah tahu, sudah pernah menontonnya pada versi awal.
Terlebih untuk versi extended, ada adegan yang super lucu; ketika Tita mengantar kepergian Adit ke bandara, mereka mendengarkan acara Tisam (Titip Salam) di sebuah radio. Di situ Nanda (Shakira), teman Tita cerita tentang Tita yang jatuh cinta pada Adit. Nah, Tita dan Adit nampak mesem-mesem mendengar nama mereka disebut. Sementara Tita sibuk menyangkal semua hal yang diceritakan Nanda, padahal semua fakta memang benar adanya. Wakakaka…. kalau kamu nonton, pasti kamu juga ketawa-ketawa.
Untuk soundtracknya sendiri, saya benar-benar suka. Ya, siapa lagi yang menggarap soundtracknya selain Anto Hoed dan Melly Goeslaw. Bahkan saya sudah punya album soundtracknya dulu ketimbang nonton filmnya. Dan ketika nonton filmnya, saya nyanyi-nyanyi sendiri, tapi dalam hati. Hehe…
[nilai 8,8]
Inilah film yang sempat menjadi BOX OFFICE Indonesia. Selama dua bulan lebih, film ini manteng di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Yupe, semua orang akan berpendapat sama ketika menonton Eiffel I’m in Love: romantis, lucu dan menghibur. Originalitas khas remaja yang tidak dibumbui unsur pendewasaan yang dipaksakan. Nasri Cheppy yang sukses dengan Catatan Si Boy dengan berbagai sub judul-nya, kembali menuai sukses di film yang diangkat dari novel karya Rahmania Arunita, penulis wanita muda ini.
Ceritanya sederhana; tentang seorang anak kelas dua SMA bernama Tita (Shandy Aulia) yang dikekang orang tuanya, tidak boleh ini-lah, itu-lah, termasuk berpacaran. Padahal diam-diam Tita sudah menjalin cinta secara backstreet dengan Ergi (Yogi Finanda), teman sekolahnya selama dua tahun ini. Hingga suatu hari, Tita mendapat tugas menjemput Adit (Samuel Rizal) dan papanya (Didi Petet) yang datang dari Perancis. Kedatangan Adit disinyalir Tita sebagai bentuk pendekatan bagi Tita yang akan dijodohkan dengan Adit. Dan pada suatu malam, Tita tidak sengaja mendengar perbincangan Adit dengan temannya lewat telepon, menyatakan bahwa mereka memang dijodohkan.
Tita kalang kabut jadinya. Pertama, karena dia memang masih sayang pada Ergi, juga karena sikap Adit yang jutek dan pemarah membuatnya tidak tahan untuk berada di sampingnya. Tapi lama-lama, Tita mulai suka dan jatuh cinta pada Adit. Lebih-lebih karena suatu fakta bahwa ternyata Ergi berselingkuh dengan Intan (Titi Kamal) yang tidak lain adalah mantan pacar Adit. Situasi semakin sulit, karena ketika Tita mulai jatuh cinta pada Adit, Tita tahu bahwa Adit tengah menjalin hubungan dengan Unie (Shafira Indah), sahabat Tita sendiri.
Namun, kisah cinta sebenarnya antara Tita dan Adit bersemi indah saat Tita sekeluarga mengunjungi Adit ke Perancis. Di sana terjadi makan malam romantis (yang entah kenapa menjadi tidak romantis) dan duduk berdua menikmati keindahan menara Eiffel di malam romantis (awalnya tidak romantis, tetapi akhirnya…). Dan di sanalah mereka resmi saling mengucap cinta.
Film ini dibuat dua versi: versi awal dan versi extended. Pada versi extended, terdapat penambahan adegan yang lebih memperjelas jalan cerita. Padahal, menurut saya, versi awal film ini sudah cukup menerangkan secara jelas. Entahlah, mungkin untuk memikat kembali pangsa pasar. Dan ternyata versi extended yang durasinya setara dengan film India ini, animo penonton masih bagus. Bahkan saya pun menontonnya dua kali, versi awal dan juga versi extendednya. Dan tetap saja, di versi extended saya dan penonton lainnya masih tidak kehilangan selera untuk tertawa di adegan-adegan yang lucu, yang sebenarnya kami semua sudah tahu, sudah pernah menontonnya pada versi awal.
Terlebih untuk versi extended, ada adegan yang super lucu; ketika Tita mengantar kepergian Adit ke bandara, mereka mendengarkan acara Tisam (Titip Salam) di sebuah radio. Di situ Nanda (Shakira), teman Tita cerita tentang Tita yang jatuh cinta pada Adit. Nah, Tita dan Adit nampak mesem-mesem mendengar nama mereka disebut. Sementara Tita sibuk menyangkal semua hal yang diceritakan Nanda, padahal semua fakta memang benar adanya. Wakakaka…. kalau kamu nonton, pasti kamu juga ketawa-ketawa.
Untuk soundtracknya sendiri, saya benar-benar suka. Ya, siapa lagi yang menggarap soundtracknya selain Anto Hoed dan Melly Goeslaw. Bahkan saya sudah punya album soundtracknya dulu ketimbang nonton filmnya. Dan ketika nonton filmnya, saya nyanyi-nyanyi sendiri, tapi dalam hati. Hehe…
[nilai 8,8]


FILEM NYA GAK BAGUS
gak bagus?? tapi cukup seru. dan emang, waktu itu, gak ada film yang se-happening EIL
mas,bisa minta tolong nggak,aku pengen banget film ini,hikshiks….sampe nangis2 juga belum dapet
gimana ya caranya?
aku udah nyari donlotan di internet,tapi gak ada satupun situs yang menyediakan,masa aku harus ke rumah produksinya……
tolong dong, minta film ini,gimana kek caranya…
makasih…..
wah,,,kamu tinggal di mana toh?
di jakarta, cari aja di glodok….
di bandung, cari aja di pasar kota kembang
di rental vcd juga banyak….
hayoh, jangan mengharap hujan turun dari langit ah. udah gak musim. hehe….
cayoooo!!!!
pasti dapet kok.
hooh….hooh,,,,,baguz xoo film`a
xnp rha bilang bguzz?? biz dwa adit`a c,,,…love u….
hhmmm xphn2 zeringin maen film age dunx!!yar rha bz zring2 liat zamuel g2,,,hee`,,,
love u lg zamuel….