Sutradara : Nia Dinata
Pemain : Tora Sudiro, Surya Saputra, Cut Memey, Aida Nurmala
Produksi : Kalyana Shira Films @ 2003
Teman saya sampai batal nonton film ini, gara-gara di bagian awal, filmnya langsung bercerita tentang ibu-ibu arisan. Wakakakak… Memang dari judulnya saja, disebutkan ARISAN! So pasti kita tidak akan mungkin dihadapkan dengan cewek-cewek seksi berbikini ala film Baywatch kan? Tapi ibu-ibu arisan dengan segala tingkah polahnya yang sangat ibu-ibu.
Banyak yang bilang, ini film berjenis komedi satir. Mungkin artinya komedi sindiran getir. Kisah tentang orang-orang suntuk di ibu kota. Saking kebanyakan duit, mereka bingung bagaimana cara menghabiskannya. Lihat saja, gaya arisannya pun tidak seperti arisan-arisan yang sering kita lihat di RT 07 / RW 09 dengan pungutan sepuluh ribu perminggu. Tapi seratus dolar dalam satu kali pengocokan! Dan anggotanya pun bukan ibu-ibu sembarangan. Kelas atas semua. Selain arisan, mereka pun pamer kemewahan.
Adalah Memey (Cut Mini), seorang desainer interior yang sukses, bersuamikan Ichal (Nicko Siahaan) yang sudah bertahun-tahun merindukan kehadiran seorang anak. Bersahabat dengan Andien (Aida Nurmala), seorang ibu rumah tangga, istri dari seorang bos perusahaan besar bernama Bob (Joshua Pandelaki), yang awalnya menjalani hari-hari penuh kebahagiaan, sampai suatu hari Bob mengaku pernah sekali berselingkuh. Dan Sakti (Tora Sudiro), partner Memey di kantor, yang masih melajang meski kehidupannya sudah mapan. Belakangan dia diketahui sering berkonsultasi dengan Jajang C. Noor, perihal kebimbangannya akan dirinya sendiri, apakah dia gay atau heteroseksual.
Memey harus menerima kenyataan bahwa Ichal meninggalkannya demi perempuan lain. Sementara Andien malah asyik flirting dengan guru bahasa latin (Reuben Elishama). Dan Sakti akhirnya bertemu dengan tambatan hatinya, Nino (Surya Saputra), padahal dia sudah dipertemukan dengan pariban (tunangannya) bernama Lita (Rachel Maryam).
Konflik memuncak ketika Memey jatuh hati pada Nino, sementara Sakti semakin meyakini identitasnya sebagai gay dan telah cinta mati pada Nino. Dan Andien benar-benar berselingkuh dengan guru bahasanya itu, bahkan dengan lelaki lain yang diperankan Indra Birowo yang akhirnya terjaring razia karena ditemukan bungkusan obat terlarang dalam mobil yang mereka kendarai.
Hal tersulit adalah ketika ibunda Sakti mengetahui bahwa jagoannya ternyata pencinta sejenis, begitu juga dengan Memey yang hatinya hancur lebur, merasa dihianati Sakti, sahabatnya sendiri. Sementara Lita yang polos dan lugu malah mendukung Sakti.
Ckckck… potret ibu kota seperti ini ya? Aduh aduh… apakabar dengan masa depan kita nanti? Semoga kita dihindarkan dari hal yang demikian… amin…
Halah, apa sih, Dun? Sok ceramah!!!
Yupe, filmnya bagus… bagus… Gara-gara film ini, saya jadi jatuh cinta sama lagunya Imaniar: “Prahara Cinta”. Lagu lama yang ternyata enakeun juga.
[nilai 8,6]

