Sutradara : Rudi Soedjarwo
Pemain : Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Titi Kamal, Ladya Cheryl, Sissy Pricilia, Adinia Wirasti
Produksi : Miles Production @ 2001
Sutradara : Rudi Soedjarwo
Pemain : Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Titi Kamal, Ladya Cheryl, Sissy Pricilia, Adinia Wirasti
Produksi : Miles Production @ 2001
Setelah sukses memproduksi film musikal anak, “Petualangan Sherina”, Miles Production memproduksi film remaja bertajuk “Ada Apa dengan Cinta?” yang bercerita tentang metamorfosis seorang Cinta (Dian Sastrowardoyo) setelah bertemu dengan Rangga (Nicholas Saputra). Dimana Cinta merasa dilema antara harus memilih Rangga atau sahabat-sahabat tercintanya, Maura (Titi Kamal), Alya (Ladya Cheryl), Milly (Sissy Pricilia) dan Carmen (Adinia Wirasti).
Bagaimanapun, Cinta dan Rangga adalah dua sosok yang benar-benar berbeda satu sama lain. Cinta adalah profil remaja masa kini dengan segala ke-gaul-annya, sementara Rangga hanyalah seorang sosok introvert bertatap mata tajam yang jika sudah berbicara, kata-katanya bisa lebih tajam daripada pedang. Mereka dipertemukan dalam sebuah ajang lomba puisi tahunan yang diselenggarakan pihak sekolah. Cinta sang ketua mading merasa dipecundangi secara tidak terhormat oleh Rangga yang bahkan tidak pernah mengirimkan karyanya ke redaksi mading mereka. Hingga proses wawancara untuk profil pemenang lomba puisi pun menjadi konflik awal bagi pertemuan mereka.
Cinta yang awalnya benci mati pada Rangga karena keangkuhannya, lama-lama mulai dilanda rindu. Terlebih sejak Aku (novel lama karya Suman Djaya) milik Rangga berada di tangannya. Lewat buku itu, Cinta mulai dekat dengan Rangga. Namun, lagi-lagi mereka tak terlepaskan dari konflik, mungkin akibat perbedaan karakter ekstrim mereka. Tapi semua itu tidak menutup kemungkinan bagi cinta untuk singgah di hati keduanya.
Tarik ulur perasaan mereka berlangsung cukup alot. Satu saat mereka bisa tertawa bersama, merasakan indahnya kebersamaan, namun beberapa saat kemudian, hati mereka masing-masing dilanda kebencian. Hubungan yang aneh.
Puncaknya, Cinta merasa berdosa pada Alya, sahabatnya yang paling rapuh karena masalah keluarga. Dimana ketika Alya benar-benar membutuhkan pelukan hangat Cinta, Cinta malah berbohong karena pergi kencan dengan Rangga. Alya mencoba bunuh diri, dan dilarikan ke rumah sakit. Akibatnya, Cinta semakin membenci Rangga. Ditudingnya Rangga sudah merusak hidup dan persahabatannya.
Hari-hari pun berlalu. Cinta dan Rangga tidak lagi saling bertemu. Dan cinta di hati keduanya kian tumbuh dan bersemi. Namun sayangnya mereka terlalu gengsi untuk saling mengakui. Terutama karena Cinta tidak enak, sudah kadung janji pada teman-temannya untuk tidak lagi berhubungan dengan Rangga.
Namun, suatu hari Cinta ‘disidang’ oleh teman-temannya karena semakin hari Cinta semakin bertindak aneh. Akhirnya cinta mengakui semua perasaannya pada Rangga. Sayangnya, semua terasa terlambat. Tepat pada hari yang sama, Rangga akan pergi ke Amerika, meneruskan studinya di sana. Maka Cinta pun berusaha mengejar Rangga hingga ke bandara…
Ah, gila… film ini benar-benar film perintis yang keren. Semuanya nampak sempurna. Semuanya. Terlebih soundtracknya yang dipercayakan pada pasangan Anto Hoed dan Melly Goeslaw, pasangan favorit saya. Top… top… empat jempol buat AAdC?.
Adegan pertengkaran antara Cinta dan Rangga menjadi sisi yang cukup menarik dalam film ini. Emosi mereka benar-benar mantap. Secara keduanya aktor dan aktris muda yang sudah matang, dan memiliki karakter kuat. Membalut setiap adegan, baik itu pertengkaran ataupun perbincangan romantis, menjadi lebih dramatis dengan tingkat emosi yang optimal.
“Terus, kalau lo ngerasa aneh di tempat rame kayak gini tuh salah siapa coba gue tanya? Salah gue? Salah temen-temen gue? Terus, kalo lo nggak punya temen sama sekali tuh salah siapa coba gue tanya? Salah gue? Salah temen-temen gue?” dialog yang diucapkan Cinta saat sedang bertengkar dengan Rangga di gor basket benar-benar tidak terlupakan. Dan yang paling berkesan dari film AAdC? ini adalah puisi-puisinya;
Aku Ingin Bersama Selamanya
Ketika tunas ini tumbuh, serupa tubuh yang mengakar
Setiap napas yang terhembus adalah kata
Angan, debur dan emosi bersatu dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat, lidah kita menyatu
Maka setiap apa terucap adalah sabda pendita ratu
Ah, di luar itu pasir, di luar itu debu
Hanya angin meniup saja, lalu hilang terbang tak ada
Tapi kita tetap menari, menari cuma kita yang tahu
Jiwa ini tandu, maka duduk saja
Maka akan kita bawa semua
Karena kita adalah satu
Tentang Seseorang
Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
Kulari ke pantai kemudian teriakku
Sepi, sepi dan sendiri aku benci
Aku ingin bingar, aku mau di pasar
Bosan aku dengan penat dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang
Di tembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai?
Ada Apa dengan Cinta?
Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur di hatimu
Yang berdinding kelam dan kedingainan
Ada apa dengannya? Meninggalkan hati untuk dicaci
Lalu sekali ini aku melihat karya surga dari mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta?
Tapi aku pasti kembali dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya, bukan untuk siapa
Tapi untukku karena aku ingin kamu
Itu saja…
Gara-gara film ini, saya jadi keranjingan bikin puisi (Halah, jaman-jaman SMP yang penuh kenaifan). Dan saya tidak menyesal sedikitpun menjadikan film ini sebagai koleksi VCD saya. Menambah inspirasi. Bahkan saya hampir menontonnya setiap hari.
[nilai 10]


puisinya kerrreeeeen banget. pdhl gw
puisi yg ditulis rangga di film itu bnr2 kerreeeen. so touchy.meskipun gw orgnya lbh seneng kl sunyi. lbh bebas berpikir. tidak perlu mendengarkan apapun atau siapapun. tidak harus menyimak ataupun memberikan komentar. Terkadang sendirian itu menenangkan, spt suatu ruang dimana kita tidak terikat dengan apapun, bebas berpikir dan bertindak meskipun gw lbh seneng kl ditemani tp plizz jgnlah berucap apapun. jk ingin menghiburku, juz stand by me but don’t say anything.ur present is more than enough for me..gw gak perlu kt2 penghiburan ato sebuah kalimat pembangkit semangat. just stay n quiet!!! tidakkah kau mengerti?? tataplah kedalaman jiwaku maka kau akan melihat sosok kesepian yang membutuhkan pengertian dan bukan kata2 yg bahkan seringkali membuatku muak!! plizz stand by 4 me but don’t say anything
kampan Rangga pulang dari luar negrinya….
di tunggu lohhhh…..
bisa sy dapatkan email yahoo mesengger kamu ngak…sy dr malaysia…nanti bisa kita berinteraksi…bisa kan…ataupun pn kamu add aja sy dgn menggunakn email sy…makasih ya!!
YM saya: anunyadadun2